Thursday, April 14, 2011

Balance Of Power

Studi politik internasional yang berkembang di benua eropa pada awal tahun 1920, tepatnya di Inggris yang di temukan oleh para ilmuwan telah membuat sejarah baru bagi ilmu hubungan internasional. Sebelum terjadinya perang dunia pertama, studi hubungan internasional hanya berorientasi pada sejarah diplomasi dan hukum internasional, namun setelah perang dunia pertama berakhir kajian internasional berkembang secara komprehensif dan sistematik. Ilmu yang mempelajari interaksi dari berbagai macam individu dari berbagai macam belahan bumi telah menambahkan perspektif baru seperti realisme, idealisme, feminisme dan perspektif-perspektif baru lainnya dalam sistem politik internasional. Seperti yang telah kita ketahui, sejak dimulainya perang dunia pertama sudah terlihat adanya negara-negara yang mendominasi diantara negara lainnya yang terlibat perang seperti Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa adanya suatu power yang mereka miliki untuk memenuhi kepentingan nasional mereka dengan menggunakan berbagai macam cara.
Realisme pada dasarnya didasarkan pada anggapan bahwa hubungan internasional bersifat konfliktual, konflik antar negara pasti terjadi sebagai manivestasi dari sifat dasar manusia yang selalu tidak pernah puas. Realis memandang sifat dasar manusia pada dasarnya buruk, dan hal tersebut tidak dapat diubah. Konflik yang terjadi antar negara itu kemudian 
memaksa negara lemah tunduk pada negara kuat. Konsep inilah yang kemudian mendorong munculnya istilah “keadilan adalah hak bagi mereka yang lebih kuat”, “Justice is the right of the stronger”. Dalam Politics among Nations: Struggle for Power and Peace, Hans J. Morgenthau menuliskan enam prinsip realisme politik yang ditulis oleh J. Ann Tickner: A Critique of Morgenthau’s Principles of Political Realism. 

1. Politics like society in general, is governed by objective laws that have their roots in human nature, which unchanging; therefore it is possible to develop a rational theory that reflects these objective laws.

2. The main signpost of political realism is the concept of interest defined in term of power which infuses rational order into the subject matter of politics, and thus makes the theoretical understanding of politics possible. Political realism stresses the rational, objective and unemotional.

3. Realism assumes that interest defined as power is an objective category which is universally valid but not with a meaning that is fixed once and for all. Power is control of man over man.

4. Political realism is aware of the moral significance of political actions. It is also aware of the tension between moral command and the requirements of successful political actions.

5. Political realism refuses to identify the moral aspirations of particular nations with the moral laws that govern the universe. It is the concept of interest defined in terms of power that saves us from moral excess and political folly.

6. The political realist maintains of the political sphere

Aktor utama dari perspektif realisme ini adalah individu-individu yang telah di wakilkan oleh negara.Setiap individu yang memiliki kepentingan berbeda serta berusaha untuk memenuhi kepentingannya tersebut dapat direfleksikan dengan interaksi suatu negara dengan negara yang lain.
Dari adanya kepentingan nasional yang berbeda dari setiap negara, maka akan tercipta sebuah power karena perjuang dari tiap negara untuk memenuhi kepentingan mereka. Namun kepentingan nasional dari tiap negara tidak selalu sama di setiap waktunya tergantung pada waktu dan lingkungannya. Kebijakan luar negeri mereka pun berbeda karena mengikuti kepentingan negara yang ingin mereka capai, dan power merupakan tujuan utama mereka. Terkadang muncul pengaturan kekuasaan yang anarki atau tanpa pemerintahan internasional karena tidak adanya pembagian kekuasaan yang sama antar tiap negara sehingga memunculkan konflik yang berakhir dengan perang.
Robert Dahl, yang merupakan seorang realis mengungkapkan bahwa kapabilitas suatu negara banyak di tentukan oleh sejumlah power yang dimilikinya. Yang dimaksud dengan power menurut Robert Dahl adalah sebagai suatu atribut yang melekat secara langsung pada suatu negara ketika ia dibandingkan dengan negara lain dan kemampuan suatu negara untuk membuat negara lain melakukan sesuatu yang semula tidak diinginkannya. Power tersebut muncul karena wilayah distribusi geografi yang tidak seimbang seperti jumlah sumber daya alam, populasi masyarakat, kekuatan ekonomi dan faktor-faktor lainnya. Sedangkan power menurut Marxisme ditentukan oleh dominasi kelas yang lebih tinggi kepemilikan faktor produksi untuk bisa menindas kelas marjinal.
Salah satu konsep power dalam realis adalah balance of power. Balance of power adalah sistem politik untuk mencapai adanya persamaan kekuatan antara negara-negara di dunia, sehingga suatu negara dapat mengimbangi kekuatan negara lain. Definisi balance of power menurut Hans J. Moerganthau meliputi empat poin yaitu sebuah kebijakan yang dimaksudkan untuk urusan negara, masalah negara yang obyektif dan faktual, distribusi power yang seimbang antar negara, serta distribusi power antar negara namun ada satu kekuasaaan yang lebih besar daripada lainnya. Dapat dilihat bahwa dengan adanya balance of power terdapat distribusi power, hegemoni, kestabilan dan perdamaian maupun ketidakstabilan dan perang serta kekuatan politik secara umum.
Republik Rakyat Cina menjadi salah satu negara super power baru di era ini. Cina menjadi perwakilan Asia yang menduduki Dewan Keamanan Tetap PBB. Selain itu, Cina juga merupakan negara “bernuklir” dengan memiliki tentara terbesar di dunia dengan anggaran militer ke-4 terbesar setelah Amerika, Prancis dan Inggris. Selama tahun 1980 sampai 2005, pertumbuhan rata-rata ekonomi Cina lebih dari 10% (jauh melampau pertumbuhan ekonomi dunia). Ini membawa Cina sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terdashyat di abad ini. Cina saat ini menduduki posisi ke-2 dalam jumlah ekspornya dan urutan ke-3 dari jumlah impor. Berbagai perkembangan inilah yang menjadikan China sebagai kekuatan yang hadir sebagai lawan utama hegemoni dunia yaitu Amerika Serikat.
Transformasi China menjadi salah satu negara yang mulai mendapat sorotan dalam sistem internasional terjadi ketika Cina mulai mengadopsi kebijakan yang pragmatis dengan menjadikan ekonomi domestik sebagai fokus utama politik luar negerinya. Cina mulai menerapkan “Open Door Policy”. Berbagai perubahan total dilakukan pada masa ini, baik perubahan yang sifatnya domestik maupun perubahan dengan melibatkan sistem internasional. Pada sisi domestik, peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik menjadi fokus utama politik luar negeri Cina. Pada sisi internasional, Cina mulai menjalin hubungan baik dengan dunia internasional untuk menjamin terciptanya lingkungan yang indusif bagi pertumbuhan ekonominya. Cina sebagai salah satu “great power” mulai diperhitungkan. 
Sekarang, arah politik luar negeri Cina pun semakin jelas yaitu menciptakan situasi internasional yang kondusif bagi pertumbuhan ekonominya dengan cara menghindari konfrontasi yang ada. Partisipasi aktif Cina dalam institusi internasional pun makin terasa, terutama melalui kebergabungan Cina dalam World Trade Organization (WTO) pada 2001. Walaupun Cina semakin aktif dalam berbagai bentuk kerja sama kawasan dan internasional, bukan berarti Cina banyak memberikan komitmen yang bersifat mengikat pada institusi-institusi ini. Jika dicermati lebih lanjut, dalam segala bentuk partisipasinya melalui institusi regional dan global, Cina jarang sekali memberikan komitmen yang dapat mengikat kebebasan Cina sebagai negara yang non-konfrontatif. Cina cenderung mengambil posisi aman sambil tetap memfokuskan diri pada usaha pembangunan ekonomi nasionalnya. 
Cina kini lebih melihat pencapaian pertumbuhan ekonomi domestik sebagai tujuan utama politik luar negeri yang diterapkannya. Adapun untuk mencapai pertumbuhan ekonominya, China terus membangun hubungan baik dengan semua negara; Cina juga cenderung menghindari konflik dengan negara-negara dunia, dan karenanya permasalahan keamanan merupakan hal yang sensitif bagi Cina. Cina lebih suka menyembunyikan cahayanya dengan menjalankan prinsip-prinsip non-intervensi dan non-konfrontasi yang di wujudkan oleh “peaceful rise”, yang kemudian dijadikan salah satu bentuk politik luar negeri Cina. Bentuk politik luar negeri Cina dengan mengedepankan pertumbuhan ekonomi dan cenderung menghindari konfrontasi tersebut menunjukkan upaya China dalam meraih dua hal sekaligus, yaitu pemenuhan kepentingan nasional melalui pertumbuhan ekonomi domestiknya, serta penciptaan status sebagai “great power” yang cinta damai dan tidak hegemon di sistem internasional. Kemajuan pesat yang dialami oleh Cina telah mengalahkan perkembangan Amerika Serikat yang sudah menjadi negara adidaya sejak berakhirnya perang dunia kedua. Hal ini menunjukan bahwa Cina sedang menunjukkan powernya terhadap negara-negara lainnya dan mendominasi power yang selama ini di pegang oleh Amerika Serikat. Setiap negara selalu mencoba untuk berada diatas power negara lainnya sehingga mereka dapat mengontrol negara lain seperti dalam bidang keamanan. Sama seperti Cina yang berusaha terus memajukan powernya agar tetap berada di posisi teratas sehingga dapat menciptakan sistem internasional sesuai dengan kepentingan nasional negaranya.

Rencana Pendirian Bisnis atau Usaha di Bidang Perusahaan Jasa Persewaan

Penemuan ide atau indentifikasi.
Tujuan utama didirikannya suatu usaha adalah untuk mencari laba. Salah satu cara untuk memperoleh laba adalah dengan menginvestasikan dana dengan tujuan agar dapat menghasilkan laba pada masa mendatang. Untuk memutuskan sebuah investasi akan dilakukan, diperlukan pertimbangan yang matang sebelum investasi tersebut dilakukan. Karena pada umumnya investasi membutuhkan dana yang relative besar, dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relative panjang, serta mengandung resiko.
Dalam makalah ini ada dua pilihan usha yang saya ingin buka atau jalankan, yaitu:
· Usaha atau bisnis Rental Playstation dan
· Usaha atau bisnis Rental Mobil.

Tahap Penelitian
- Usaha atau bisnis Rental Playstation.
Dunia game memang tidak pernah sepi dari peminat. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa menyukainya. Karena harga dari alat play station ini relatif mahal maka banyak dari pemain game lebih suka menyewa alat ini ditempat penyewaan. Bagi daerah yang sudah cukup banyak terdapat game center (bermain game secara online di internet) mungkin peluang usaha ini kurang dapat berkembang. Namun di tempat dimana sarana bermain di internet belum begitu dikenal umum maka peluang bisnis ini masih cukup menjanjikan.

- Usaha atau bisnis Rental Mobil.
Sekarang ini, pertumbuhan populasi kendaraan bermotor mengalami peningkatan yang pesat. Tidak hanya roda dua, untuk kendaraan roda empat juga mengalami penungkatan yang cukup besar. Dengan mudahnya proses kredit melalui perusahaan pembiayaan, banyak oraang ingin memiliki kendaraan bermotor sendiri. Tetapi untuk kendaraan roda empat atau mobil, memang memiliki harga yang cukup mahal, terlebih untuk golongan menengah kebawah. Rata-rata untuk sebuah mobil baru harganya mencapai lebih dari Rp100.000.000,00., sehingga hanya orang-orang dari golongan menengah keatas yang dapat memilikinya. Dan untuk membeli mobil secara kredit juga memerlukan persyarat-persyarat yang cukup ketat
Berdasarkan fakta diatas, maka banyak orang menginvestasikan danaya untuk usaha rental mobil. sasaran dari rental mobil adalah orang-orang yang tidak memiliki mobil pribadi, tetapi membutuhkan sarana transportasi yang menjaga privasi dari masing-masing orang tersebut. 

Tahap Evaluasi
Memulai bisnis sewa menyewa mobil, tidaklah mudah dan simpel seperti yang di bayangnkan, karena banyak sekali hal yang harus di perhatikan namun jika melihat keuntungan yang di hasilkan oleh bisnis ini tentunya suatu kepuasaan tersendiri karena laba yang dihasilkan dari usaha ini dapat dikatakan cukup menjanjikan.
Membangun usaha sewa mobil sangat dibutuhkan modal yang cukup banyak dan tidak kecil, karena modal tersebut di gunakan untuk pembelian mobil baik itu mobil baru atau mobil bekas, biaya perawatan mobil, biaya sewa tempat usaha(kalau belum memiliki tempat usaha sendiri) dan biaya operasional lainnya.
Dan sedangkan untuk membuka Usaha/bisnis rental Playstation,
juga membutuhkan dana yang banyak tetapi tidak sebayak untuk membuka usaha/bisnis rental mobil. Dan usha rental playstation tidak menghasilkan keuntungan sebanyak rental mobil. Dan usaha ini, kurang pas atau kurang cocok untuk di buka di kawasan perkotaan, karena mayoritas kalangan ekonomi menengah atas biasanya sudah memiliki alat permainan ini, Lingkungan perumahan dengan kelas ekonomi menengah mungkin adalah tempat yang paling pas.

Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Usulan proyek atau usaha yang layak adalah, Usaha rental mobil, karena usaha ini lah yang mendekati target yang di tentukan, yaitu mendapatkan laba yang besar, dan usaha ini mempunyai masa depan yang cerah ke depan nya, karenaKebutuhan kendaraan semakin hari semakin meningkat, mereka menginginkan segala sesuatunya secara praktis dan mudah. Sehingga mereka memilih mobil untuk mengangkut semua anggota keluarga atau rekannya dalam satu kendaraan. Namun tidak semua orang telah memiliki mobil, peluang inilah yang dijadikan sebagai alasan pentingnya usaha rental mobil.
Dan masalah modal yang di butuhkan tidak begitu menjadi masalah, karena saya bisa mengajukan pinjaman kepada bank,atau join dengan orang lain (tentu dengan adanya kertas kontrak atau hitam di atas putih agar terhindar dari hal – hal yang tidak di ingginkan)

Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah saya tentukan Usaha Rental mobil yang akan dibuka, selanjutnya pelaksanaan pembagunan (konstruksi) usaha: usaha ini akan di bagun di daerah, tepat nya Kota Tarutung.
Karena di kota Tarutung belum terlalu banyak usaha rental mobil.
Selanjut nya membuka lowongan kerja yang akan bekerja di kantor pemasaran nanti, dan menjadi sebagai orang akan mensurvei langsung orang yang akan merental mobil.
Dan jika bisnis telah berkembang, rencana stok mobil akan di tambah.
Modal untuk membuka usaha ini, sebagian akan meminjam dari bank, dan tempat usaha yang sudah ada di jadikan jaminan.
Mencari konsumen dari perusahaan atau instansi, agar bisa dijadikan sebagai pelanggan tetap yang selalu memakai jasa rental mobil.
Dan terakhir rencana usaha ini akan berjalan pada awal bulan Mei 2011.

Tahapan Pelaksanaan
Setelah tahap rencana pelaksanaan tersusun dengan baik, selanjutnya pelaksanaan apa yang sudah di rencanakan.
1.Hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan dalam membuka dan menjalankan bisnis rental mobil antara lain.
2.Memilih tempat atau lokasi yang strategis untuk membangun usaha rental mobil.
3.Membeli mobil yang memiliki biaya perawatan yang murah, suku candang yang mudah di dapat hal ini berguna agar biaya pengeluaran untuk perawatan mobil rendah.
4.Mengasuransikan mobil sewaan, agar jika terjadi sesuatu dengan mobil sewaan, maka pihak asuransi akan membantu.
5.Membuat manajemen, pelayanan terbaik, izin dan sertifikat yang kuat dan solid agar si klien betah dan nyaman menggunakan jasa rental mobil ini.
6.Mempromosikan usaha dengan cara memasang iklan di internet, koran, menyebarkan brosur, atau juga memberikan harga murah kepada langganan pertama dan setia.
7.Mencari supir yang memiliki pengalaman yang banyak dan tidak memiliki riwayat yang tidak benar.
8.Membeli jenis mobil keluarga karena jenis mobil ini lebih di minati karena dapat memuat lebih banyak orang ketimbang jenis mobil yang hanya memuat sedikit orang.

Tuesday, March 15, 2011

contoh program

uses crt;

const max_elemen = 255;

type s255 = string [max_elemen];
tumpukan = record
rinci : s255;
atas : 0..max_elemen
end;

var infix : s255;
lagi : char;

function valensi (tanda_op : char) : integer;
begin
case tanda_op of
'^' : valensi := 3;
'*', '/' : valensi := 2;
'+', '-' : valensi := 1;
'(' : valensi := 0
end
end;

procedure push (var t : tumpukan; elemen : char);
begin
t.atas := t.atas +1;
t.rinci[t.atas] := elemen
end;

function pop (var t : tumpukan) : char;
begin
pop := t.rinci[t.atas];
t.atas := t.atas - 1
end;

procedure konversi_cetak (infix : s255);
var i : integer;
operator : set of char;
temp, kar : char;
t : tumpukan;
test : boolean;
begin
operator := ['^']+['*']+['/']+['+']+['-'];
for i := 1 to length (infix) do
begin
kar := infix[i];
if kar = '(' then push (t, kar)
else if kar = ')' then
begin
while t.rinci[t.atas] <> '(' do
write (pop(t) : 2);
temp := pop(t)
end
else if kar in operator then
begin
while (t.atas <> 0 ) and (valensi(kar)
<= valensi (t.rinci[t.atas])) do write (pop(t) : 2); push (t, kar) end else if kar <> ' ' then
write (kar : 2)
end;

if t.atas <> 0 then
repeat
write (pop(t):2)
until t.atas = 0
end;

begin
clrscr;
writeln ('Mengubah Notasi Infix Menjadi Postfix');
writeln ('Dengan Memanfaatkan Struktur Tumpukan');
writeln ('-------------------------------------');
writeln ;
repeat
write ('Masukkan Ungkapan Infix : ');
readln (infix); writeln;
write ('Ungkapan Postfix : ');
konversi_cetak (infix);
writeln; writeln;
write ('Akan Mencoba Lagi ? y(a) / t(idak) : ');
readln (lagi);
writeln
until not (lagi in ['Y', 'y'])
end.